Menyela Pajak

Ini adalah upayaku menyela aktivitas belajar yang sedang ku lakukan. Mempelajari PPN, Bea Meterai, PBB, dan BPHTB. Hpfhh . .sebenarnya menyenangkan. Apalagi bila banyak menemukan bahwa kita seolah bisa memahaminya atau tiba-tiba saja ‘Eureka’ (berteriak sendiri kala bisa menyederhanakan bahasa pajak yang mungkin njelimet pada awalnya ).

Dan pikiranku di sela-sela belajar melayang pada idealism ku yang terluka. Aku ingin menemui kekasihku, sahabatku. Aku merindunya.

Ah, Rabbi. Perasaan ini syahdu.

*melankolis ini menyembul ke permukaan*

Bersama dengan keinginan ku untuk menemuinya, ingatan-ingatan yang sempat ku jalani bersamanya akhirnya kembali menostalgia.

Tentang perasaan dan dialog hati yang akhirnya menjembatani komunikasi kami.

Dialah orang pertama yang membuatku terkesima dengan keajaiban sebuah telepati hati. Hatiku berbicara dengannya, sambutan yang hangat bersambut darinya. Kadang berupa pelukan, kadang berupa senyuman. Dialog hati: akhirnya aku meyakini hal demikian karena dahulu aku pernah begitu jatuh dan terluka dalam sebuah ukhuwah, hingga akhirnya ia membuka dialog dengan hatiku dan tangis beban keluar dan menguap bersama dengan kehangatan pribadi yang terpancar darinya.

Aku pernah membersamainya, itu yang membuatku merasa bersyukur teramat.

#

Berdialog tentang romansa cinta manusia. Itu juga akhirnya muncul dalam perbincangan di sela aktivitas belajar. Awalnya membicarakan cerita dalam sebuah novel, berlanjut dengan cerita-cerita lain. Romansa itu, romansa cinta. Aku tak percaya bahwa aku hanya akan mendengarnya saja melainkan bahwa aku akan mengalaminya. Aku akan mengalaminya dalam fragmen lain di episode kehidupan yang dihadiahi Allah kepadaku.

Karena sebelumnya aku hanya larut dan ahli dalam mendengarkannya, menceritakannya, dan membacanya dari kisah-kisah orang lain. Hingga hampir-hampir aku kurang percaya aku akan memiliki kisah romansa. Berlebihan mungkin ya? Tapi karena sebenarnya aku lupa dengan kenyataan demikian. Sisi itu tersapu atau tersaru dengan fragmen aktivitas lain dalam kehidupan sehari-hari yang aku jalani sejauh ini. Bukan dalam artian aku menganggap bahwa diri ini sibuk dan sebagainya, tapi ya sebegitu saja akhirnya.

#

Aku hanya menyela waktu belajar ini. Cuma berekspresi. Dan akhirnya aku kembali lagi untuk belajar. Ditemani Lays dan ultramilk full-cream. Aku kembali menekuri PPN, PBB, BPHTB dan Bea Meterai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s