ke-enam kalinya

padahal kecelakaan siang ini bukanlah kecelakaan hebat yang pernah saya alami. masih lebih baik (secara teknis kronologis di lapangan) dibandingkan dengan lima kecelakaan (insiden jatuh dari motor) terdahulu.

tapi perih yang tersisa kali ini jauh lebih hebat dan rasa-rasanya membuat indera perasa saya menjadi terlalu peka untuk rasa nyeri.

alkisah, saya mengendarai motor dengan kecepatan sedang di jalanan yang tidak terlalu sengang. agak menyejajari motor disebelah kiri ternyata saya tidak menyadari ada motor lain melaju disebelah kanan. motor dan saya, oleng seketika. alhamdulillah, laju motor tidak begitu cepat sehingga jatuhnya motor ke sisi kanan tidak begitu membuatku mengalami luka-luka luar. namun demikian, lebam di dalam tersisa dan menghadiahi tubuhku sebuah nyeri di tulang belakang bagian ekor.

dengan kondisi demikian, aku masih harus melaju untuk mengejar kuliah. what a day!
jadilah aku tertatih, meringis melajukan motor menuju kampus. menahan nyeri yang amat, mataku hampir2 saja basah.

dan perjalanan pulang tadi, aku mengulangi meringis. bagaimana tidak, jika di setiap motorku melewati polisi tidur, rasanya jantungku hampir copot. tubuhku mencari posisi paling memungkinkan untuk meminimalisir rasa perih, tapi apa daya, raga benar-benar marah pada gaya mengemudiku yang menyebalkan ini.

dan rasanya seperti tulang yang baru saja patah tapi mesti ditegakkan. rasa nyerinya hebat

arggh . . ini adalah ke-enam kalinya aku terjatuh dari motor.

Advertisements

3 thoughts on “ke-enam kalinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s