mungkin ini keluh

dunia itu, politik membuatku tak berkutik. magnetnya mengaburkan kejujuran, membuat perih pandangan, menghabiskan upaya berbincang.

aku suka membicarakan hal-hal besar, membicarakan mimpi peradaban, membicarakan ikhtiar panjang untuk sebuah kejayaan. tapi aku tidak suka membicarakan hal-hal yang hanya bersifat persuasif namun sebenarnya remeh temeh karena terlalu banyak sisi terpakai. aku tidak suka membicarakan dan terlarut pada perdebatan penuh egoisme.

mengapa tidak kita membatasi saja perbincangan yang mengoreksi kesalahan masa lampau, dan memberikan waktu serta energi yang lebih untuk solusi dengan efek berkepanjangan.
mengapa tidak kita sederhanakan saja bahasa kita? agar suara-suara hati dengan karakter berbeda mampu menyatu dalam gelombang yang sejalan untuk harmoni yang menenangkan.

mungkin ini karena aku pleghma, aku cinta kedamaian, benci kekerasan dan tidak berdaya pada aniaya. karena itu aku mengeluhkan pertikaian ‘kita’.

aku hanya berkeinginan agar semua menjadi sederhana baik dimataku maupun dimata kalian. agar dendam bukan hasil dari sedemikian pertarungan argumen.

aku ingin kita berdialog tanpa prasangka, menyertai logika dan persamaan nasib. bahwa kita satu cita kebenaran, satu jalan perjuangan.

*sejak dalam perjalanan pulang, kalut ini tidak habis. semoga menuliskannya berarti sebuah upaya mengikis kekhawatiran.

tsurayya al faza
dalam atmosfer dingin malam di Kemang

Advertisements

2 thoughts on “mungkin ini keluh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s