Mimpi & Angan-angan

Mimpi mempunyai basis rasionalitas, struktur dan susunan yang solid, terbangun dari proses perenungan yang panjang dan mendalam, terbentuk melalui pengalaman-pengalaman hidup yang terhayati dalam jiwa dan terolah dalam pikiran. Karena faktor-faktor pembentuk mimpi inh begitu kuat mengakar dalam kepribadian kita, maka mimpi biasanya tervisualisasi secara sangat jelas, sejelas maket bangunan bagi insinyur.

Angan-angan tidak mempunyai basis rasionalitas, dan karenanya tidak terstruktur dan tidak tersusun secara solid, lebih banyak lahir dari sikap melankolik, sering merupakan sebentuk pelarian dari dunia nyata, sering juga merupakan cara menghibur diri dari kegagalan hidup. Angan-angan seringkali lebih mirip dengan ‘mimpi-bangun’; sejenis mimpi yang seakan-akan terlihat dalam keadaan bangun.

Mimpi bersifat realistis, tetapi angan-angan tidak terbangun dari realitas. Mimpi adalah cara membangun sebuah realitas, angan-angan adalah cara memanipulasi realitas. Akan tetapi, baik para pemimpi maupun mereka yang suka berangan-angan, biasanya mempunyai penampakan tradisi yang sama: mereka sama-sama gemar mengkhayal. Dunia khayalan adalah dunia para pahlawan: dari sanalah mereka merumuskan mimpi, tetapi tidak berangan-angan.

23.Syubhat Mimpi
Mencari Pahlawan Indonesia
Anis Matta

Advertisements

One thought on “Mimpi & Angan-angan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s