Mall memang tidak sehat

Saya memang tipikal orang yang tidak suka keramaian. Memilih tidak berjalan-jalan dengan tujuan hanya bersenang-senang. Terkecuali ada agenda bermanfaat yang disiasati konsepnya menjadi rihlah.

hpfh. . silahkan katakan saya kolot dan semacamnya. Well, saya tidak akan marah.

Meski begitu, saya tidak lantas menutup diri dari info terkini tempat-temapt yang orang-orang jaman sekarang itu adalah tempat-tempat gaul. mungkin karena tinggal di Kemang yang katanya rentan dengan gaulnya anak jakarta.

Lanjut-.

siang ini tidak direncanakan, tapi akhirnya saya melaju ke PIM (Pondok Indah Mall) mengantarkan seorang teman ke Sony Erricson Center. Service hape. Terlaksananya niat itu membawa saya dan dia makan di sebuah restoran Junkfood ternama dan akhirnya lalu lalang menghabiskan 2 jam menunggu tuntasnya sang hape diservis oleh sang ahli.

Melangkahlah dua kaki ini di lantai gedung megah berstatus mall itu. ternyata banyak anak-anak umur SD yang berpakaian stylish abiess. Pake tanktop, ampe nyang model kemben, high heels juga hot pants. Wajar sih, sang ibu pun ngga jauh beda. Secara penampilan memang mereka bersih-bersih. terawat. (dalam hati berdecak sekaligus beristighfar)

pfiuh. . keki sendiri jadinya.

tidak sehat. tidak sehat. batin saya mengatakan ini tidak sehat. kunjungan ke mall dalam waktu lama benar-benar tidak sehat.

hpfh. .dari nuansa yang hedon abis, terpaksa melihat gaya-gaya orang yang berada di status sosial menengah atas, perilaku hura-hura, perilaku membuang waktu terpaksa tanpa hasil, membuang uang untuk hal yang tiada faedah panjang, hingga makanan-makanan yang kebanyakan karsinogen.

mall. mengalahi pasar tradisional dan orang-orang Indonesia dibuat senang dengan keberadaannya. ada memang yang benar-benar tertunjang secara finansial untuk rutin mengunjungi mall, tapi tidak sedikit yang memaksakan diri berkunjung kesana demi titel gaul.

astaghfirullahal’adzim.

jika saja di mall-mall itu tiada tokobuku, mungkin saya sudah melabeli mall-mall dengan cap yang buruk karena dominansi hal-hal yang merupakan simbol hedonism didalamnya.

entah mengapa mall-mall itu selalu mendapat tempat dihati muslim yang mengerti sekali bahwa berlebih-lebihan itu tidak baik,

entah mengapa mall-mall itu selalu mendapat tempat dihati muslim yang mengerti bahwa masih ada banyak alternatif kegiatan yang lebih bersifat positif dan menyehatkan dibanding hiburan-hiburan yang ditawarkan mall.

ahh. . menghela dan merenungi laku sendiri. semoga terus dipelihara dari hiburan-hiburan yang berlebihan.

Advertisements

10 thoughts on “Mall memang tidak sehat

  1. This post is really much more useful for the people who believe that these days if we have to go with the contemporary era then knowledge is the most important piller in each and every area. So this post gives us so many knowledge and we people are very thankful to you for providing us this useful post.

    stop procrastination

  2. iya ya, aku juga kurang suka tempat rame.
    kalo mall…selain rame juga bikin napsu belanja sulit dikontrol, hehe

    selamat tahun baru ya… =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s