Teman, Aku ingin. .

bismillahirrahmanirrahim.

tergelak dan tergerus rindu, aku yang membaca notes dari Akh Salim yang berjudul,” pernah ada masa-masa. . ” menjadi begitu juga ingin berkata-kata. meluapi rasa agar sampai meski hanya lewat maya. karena selalu ukhuwah indah bila sesuai kadarnya, maka aku hendak mengutip sebuah rasa yang tertulis ini. selamat menikmati saudaraku . .

———————————-

Teman, Aku Ingin..

Teman tersayang,

Aku ingin kita seperti Abu Bakar ash-Shiddiq

Persahabatan dijalin kerana Al-Khaliq

Harta dikorbankan bukan sedikit

Cintakan kebenaran, sanggup bersakit

Serta tawakkal Ibrahim mulia

Ketika meninggalkan insan tercinta

Di bumi tandus tanpa bicara

Meyakini Allah sebagai Penjaga

Aku impikan antara kita seorang Umar

Berdiri tatkala tunduknya manusia

Bersuara tatkala diamnya mereka

Menggerunkan musuh durjana

Serta senyuman Sayyid Quthb

Ketika berhadapan dengan tali maut

Akidah mantap tidak terrenggut

Roh da’wahnya tidak surut

Aku ingin kita seteguh Ibnu Zubair

Menahan panahan Hajjaj dengan rela

Bersama si ibu tua

Lantas syahid, rohnya ke syurga

Marilah kita menyemai benih Hasan al-Banna

Fikrahnya jernih, menggegar dunia

Merelakan tubuhnya dimamah peluru

Demi menegakkan kalam Allah dan Rasul

Aku cintakan pemuda Ghiffari

Menentang kezaliman walaupun diancam

Moga kan lahir lagi di abad ini

Jiwa jitu pemuda yang tak pernah suram

Aku ingin kita sepemaaf Yusuf

Tetap mencintai saudaranya

Walau dihumban ke perigi tua

Terpisah dari ayahanda bertahun lamanya

Aku ingin pusara kita harum mewangi

Bagai harumnya pusara Masyitah

Semerbak kasturi

Aku ingin persahabatan indah ini

Bisa menjadi syafaat

Di Mahkamah Mahsyar nanti

[Tautan Hati, Fatimah Syarha M Nordin]

————————————————

mungkin ada dari beberapa kalian yang pernah membacanya. tapi sungguh, aku selalu luruh dalam harap saat menatap dan merasai tulisan ini. karena inilah cinta dalam ukhuwah itu berbahasa. dan dalam koridor kadarnya, semoga ukhuwah kita saling menyelamatkan. tak perlu melulu bertemu, kadang mengulum rindu lebih manis dari sebuah senyum dalam perjumpaan. karena dengan rindu itu, ada gelegak rasa yang kuat dan harap yang menunggu jawab. indah bila saatnya rindu itu berbalas lewat tatap namun tiap jeda penantian menjadi bumbu yang paling mantap karena dalam penantian itu senantiasa terisi doa-doa dan kepasrahan.

Advertisements

2 thoughts on “Teman, Aku ingin. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s