Ketidakseberapaan

Yang segelintir manusia berkata bahwa cantik atau tampan itu relative, landasannya apa ya?

Benarkah mereka benar-benar tidak ingin membedakan manusia lewat anugrah kecantikan atau ketampanannya saja? Benarkah bisa tulus seperti itu?

Aku bukannya meragukan. Namun, terlalu banyak kenyataan yang ku lihat bahwa manusia benar-benar menjadikan cantik atau tampan (yang katanya relatif itu) sebagai sebuah bahan pertimbangan. Naasnya jadi seseorang yang menurut standar manusia umunya agak berbeda, semisal tidak putih, tidak mancung, tidak berlesung, tidak berbolamata bulat atau apalah.

Relatif? Benarkah?

Dasar manusia. Benarkah terlalu rapuh hanya karena pengaruh sedap atau tidaknya dipandang mata? Astaghfirullah. Jangan-jangan aku pernah demikian.

Entahlah. Aku hanya bingung. Tersinggung mungkin. Karena melihat diluar sana ada yang tidak mau mengakui sahabatnya hanya karena tampilan luar sahabatnya yang tidak seberapa menarik (tidak menarik mungkin) dibandingkan dengan tampilan jasadiahnya yang memang menarik dan cantik.

*menghela napas dalam* Duh manusia, inikah rupamu yang asli?

Aku jadi melihat aku lagi. . Aku tak punya kecantikan. Atau aku punya tapi tak ada apa-apanya.

Bukannya aku sombong dengan tidak mengatakan bahwa aku jelek. Tapi, jika ku katakan diriku jelek, bukankah aku menyindir hasil karya Rabbku?

Aku tak punya kekayaan. Atau aku punya tapi tak seberapa.

Aku tak punya kecerdasan cemerlang. Atau aku punya tapi tak secemerlang orang-orang cerdas diluar sana.

Jika aku melihat itu dengan mengambil pembenaran yang negatif. Itu hanya membuatku mati.

Jika aku melihat itu dan melihat saudari-saudari dengan kelimpahan nikmat yang berbeda-beda, bagaimana aku bisa bertahan? Aku bisa tenggelam. Sendiri. Dalam keterpurukan yang aku ciptakan sendiri tanpa sadar.

Ketidakseberapaan yang ku punya itu, haruskah aku sesali? Lantas apa yang aku punya kalau begitu?

Ketidakseberapaan yang ku punya itu, haruskah semakin membuatku tak berdaya? Lantas apa yang aku bisa harapkan kalau begitu?

Meski terkadang merasa aman menjadikan ketidakseberapaan itu sebagai alasan, tapi itu tak akan lama bertahan.

Aku mengikuti orang-orang. Hidup itu terus berputar. Ada masa kejayaannya masing-masing. Termasuk aku yang punya banyak ketidakseberapaan. Dan pada saatnya, ketidakseberapaan itu rasanya harus aku simpan. Di gudang yang paling gelap mungkin.

Karena aku ingat, Dia memandang kita dari ketakwaan.

Lantas, buat apa aku menyerah? Ya. Ketidakseberapaan itu tidak boleh buatku kalah.

Aku ingat sekali dengan para sahabat yang dikaruniai shibghahNya yang indah-indah dan beraneka. Aku jadi iri dan berharap bisa menghadapNya dengan shibghahNya yang Dia hadiahi padaku.

Betapa ketika menghadapNya, akan lebih indah jika kita terlihat istimewa dengan keutamaan-keutamaan yang berbeda-beda. Betapa ketika menghadapNya, aku tak perlu minder karena ketidakseberapaanku. Dan untuk itu. Aku akan mengusahakannya dengan caraku.

2 Syawal 1430H

Advertisements

2 thoughts on “Ketidakseberapaan

  1. Ita

    Assalamu ala’ikum warahmatullaahi wabarakaatuh…

    Salam kenal & Salam hangat ukhuwah fillah …

    Dalem banget ukhty…

    Satu kenyataan yang mgkn sebagian banyak dari kita mengalaminya, termasuk ana sendiri ,,,

    Tpi kemudian satu pertanyaan timbul di Sisi lain dari sudut hati ini, benarkah memang kita udah lbih baik dari rupa kita sendiri ??

    Adalah aku…
    Pernah sesaat melambungkan angan seseorang yg hanya tercipta dri untaian kata, dan sungguh ironis bila semua berakhir dgn kehempasan krna pertemuan yg tak seperti impian …

    Kecewa, menyesal, knpa, kok bisa , katanya tdak memandang fisik ataupun wajah tpi segitu mudah hati membelakangi ?

    Hmm….
    Ternyata gk mudah membangun, Imej yg baik bisa lansung tertanam di hati seseorang, hanya dgn sekali atau 2 kali pertemuan …

    Yah.. Harus banyak belajar untk bisa menjadikan kekurangan itu menjadi kelebihan, Pribadi yang Anggung dan Santun …

    Semoga bisa demikian…
    Hingga ”Ketidakseberapaan” yang kita milik menjadi sesuatu yang amat bernilai …

    Amin ya rabb….
    (harapan dari hati kcil ini)

    ^ Ukhty, afwan..
    ^ Ada aqun Fb nya gak ?
    ^ Ita minta yah ….

    ^ Berharap bisa menjalin ukhuwah yg erat dgn Ukhty tentunya dgn segala ketidakseberapaan yg masing2 kita miliki ….

    ^ Senyum & Salam hangat ukhuwah Fillah ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s