Separuh menunggu purnama

Dan separuh hatiku benar-benar tertinggal disana,
di sudut labirin tempatku pernah berdiri tegak dan terduduk lelah bersama dengan rasa yang dijuangkan bersama

Dan separuh hatiku dengan keping kenangannya terserak di sudut ruang itu,
Tempat pernah kita bersatu dalam ajang diskusi panjang nan melelahkan pikiran. .

Dan sebongkah asa tertinggal disana,
tak rela tinggalkan dirimu dan kenangan bersama. .
Sementara patahan asa yang lain,
menunggumu nun jauh di belahan bumiNya yang lain.
Menunggu tulus untuk terus mendamba,

Ya. Menunggu ini jadikan ku durja.
Aku seolah tak indahkan diriku dan apa yang melekat atasku.
Tak apa. Aku hanya berusaha jujur.
Setidaknya pada diriku dan pada angin yang membawa kabar ini kepadamu.

Advertisements

2 thoughts on “Separuh menunggu purnama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s