Perjuangan adalah melaksanakan kata-kata

Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala dan perjuangan adalah melaksanakan kata-kata
W. S. Rendra

Perjuangan adalah melaksanakan kata-kata. Itu pesan yang ditampilkan oleh Media Center STAN saat ada acara pengenalan elkam pada rangkaian dinamika lalu. Memang mungkin bukan Media Center STAN yang menggagas semboyan tersebut untuk pertama kalinya. Mungkin, hanya karena adanya kekerabatan kepentingan dari semboyan tersebut dengan citra Media Center STAN sebagai Lembaga Pers Mahasiswa, sehingga mengutip spirit dari sebaris perjuangan adalah melaksanakan kata-kata.
Oke. Cukup. Mari keluar dari kotak Media Center STAN ( lebih tepatnya saya yang keluar dari kotak Media Center STAN).

Perjuangan adalah melaksanakan kata-kata. Kata-kata ini begitu meresap saat pertama kali telinga ini mendengarnya. Love at first sight (ralat: first hear) mungkin itu istilahnya. Atau istilahnya bisa menjadi inspired at first hear. Terserah.

Sebaris perjuangan adalah melaksanakan kata-kata. Mengapa bisa berimplikasi bak wabah yang menjangkiti gejolak semangat yang ada dalam diri? Mungkin ini yang dimaksud bahwa kata-kata bisa menjadi energi tak terduga. Tapi benarkah, kekagumanku atas sebaris perjuangan adalah melaksanakan kata-kata telah menjadi energi positif yang mencipta gerak-gerak perubahan setidaknya yang ada dalam diri?

Perjuangan adalah melaksanakan kata-kata. Mulai dari rutinitas. Adalah juga sebuah perjuangan untuk melaksanakan timeline yang telah dipenuhi jadwal-jadwal kebaikan. Adalah juga perjuangan untuk sekedar menyimpulkan resolusi perbaikan diri karena nantinya akan ada pembuktian. Adalah juga perjuangan mewujudkan konsep-konsep yang telah terpeta sehingga menjadi alur yang paling efisien mengantar pada tujuan dari perjalanan. Bukankah begitu?

Perjuangan adalah melaksanakan kata-kata. Mulai dari mewujudkan janji yang terurai dari kata-kata yang terucap pada seorang sahabat. Lalu menyanggupi terciptanya kebaikan mengingat misi yang menjadi dagangan saat hendak jadi pemimpin. Melaksanakan yang adalah sebuah kata kerja yang berimbuhan bisa jadi tak semudah merangkai 12 huruf tersebut. Tak hanya menggagas, tapi ada pula faktor medan dan lingkungan yang mempengaruhi perjuangan. Bisa saja berbentuk godaan terhadap semangat, kelemahan raga untuk bekerja atau terlenanya kita pada kemalasan. Apalah itu yang adalah alasan-alasan.

Dan perjuangan adalah melaksanakan kata-kata.
Adapun pelaku perjuangan, sering dipanggil sebagai pejuang. Pejuang bisa jadi tak hanya bersendiri dalam aksi. Bisa jadi dia adalah sekumpulan orang-orang yang ingin berdedikasi. Menjunjung kebermanfaatan. Sebagaimana terkutip,”sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.” Mungkin itu yang menjadi landasan. Landasan kebermanfaatan. Atau landasan yang lain yang lebih penting. Esensi perjuangan, proses pembelajaran menuju perbaikan.

Kata-kata adalah kekuatan. Kekuatan untuk terlaksananya sebuah perjuangan.

Dan jadilah ia kekuatan bagiku, untuk berjuang. Setidaknya untuk proses pembelajaran diri, menjadi lebih baik lagi. Atas izin dan rahmat-Nya.

00.16. 29 April 2009. Pondok Jaya-Bintaro

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s