Semangat Aktivis Dakwah Sekolah

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji hanya milih Allah. Tak sia, aku pernah diikutsertakan dalam sebuah Dauroh Peningkatan, dua bulan yang lalu. Ruh itu berkenan kembali hadir. Hingga akhirnya, dampak yang paling nyata setelah agenda peningkatan tersebut adalah kesibukanku saat ini. Ya, belakangan ini aku disibukkan dengan kenikmatan kembali menjadi Aktivis Dakwah Sekolah. Terasa sekali, hasil dari Dauroh tersebut terus saja meyakinkan aku untuk kembali menyinggahi rumahku di SMA dulu. Tepatnya kediaman Rohis SMA yang pernah membesarkan aku dengan warna yang menghiasi hariku semasa SMA dulu. Tak banyak yang bisa kulakukan, bahkan hal-hal yang kulakukan bukanlah terobosan-terobosan baru yang meramaikan aktivitas dakwah di sekolah. Mungkin karena Rohisku dilanda krisis: degenerasi. Semakin tidak terlihatnya sepak terjang dakwah di sekolahku. Bermuara sejak kepengurusan setelah angkatanku. Awalnya hanya beberapa PHBI yang tidak purnama, seperti agenda tahunan Tafakur Alam yang vakum. Merembet hingga permasalahan internal yang dialami adik-adikku saat memegang kepengurusan, mulai dari merebaknya isu VMJ antar pengurus, ademnya proyek-proyek dakwah sampai belakangan yang terjadi adalah dominansi akhwat dalam kepengurusan yang semakin tidak seimbang.

Sedih? Jangan kira kesedihan itu tak muncul pada diriku saat aku kembali menjenguk basecamp-ku semasa SMA dulu. Sedih yang terasa amat bahkan! Sekaligus kasihan dan merasa bersalah yang berkepanjangan. Ya, bisa jadi ini kesalahan yang bermula karena tidak genapnya proses transfer ilmu dan pengalaman kepada kepengurusan setelah angkatanku. Ditambah lagi minimnya sumber daya alumni yang mengiringi perjalanan mereka. Well-menilik lagi ke kisahku- walau tak banyak, langkah kami dulu masih diiringi bantuan para alumni. Walau kami secara personal tak bisa dikatakan mendapatkan pembinaan yang cukup. Mengapa demikian? Bisa ku katakan bahwa aku dan rekan-rekanku dulu bukanlah kader yang semula telah banyak mendapat pembinaan, bahkan proses LDK yang diberikan kepada kami bisa terbilang tidak maksimal penyampaiannya. Secara lahir, penampilan kami bukanlah akhwat-akhwat berjilbab lebar, bukan ACC (Anak Celana Cingkrang), meski begitu kami juga bukan yang ’ammah sama sekali. Well, aku lebih senang menyebut kami kami sebagai umat pertengahan. Dan ternyata, kesudahannya, malah banyak dari kami yang justru baru dikuatkan mendapatkan tarbiyah setelah lepas dari SMA, ya tepatnya saat kami masuk dunia kampus.

Terhitung, lebih dari setahun, aku tidak singgah ke ROHISku. Aku bahkan kehilangan cerita dari 2 angkatan sesudahku. Dan saat aku kembali, aku dihadapkan dengan adik-adik yang bahkan baru masuk setelah aku lulus. Ya, adik yang belum sempat aku kenal.

Tapi adakah itu menjadi penyurut semangat?

Secara pribadi, aku malah berdosa jika aku tidak kembali dalam barisan alumni SMAku. Pernah ada Forum alumni, tapi tak seperti kebanyakan, forum alumni yang ada bahkan tak ku ketahui kejelasan strukturalnya. Bahkan jika berkenan aku katakan, forum itu sedang mati suri.

Kini, aku ber-azzam menghidupkan forum alumni itu. Bersama teman-teman yang alhamdulillah saat ini masih sejalan dan berproses bersama-sama, bersama beberapa adik alumni juga yang ternyata masih memiliki ghirah yang cukup, mengobarkan kembali cita kebenaran.

Sudah tertulis, masa-masa sulit pasti ada dalam setiap bentuk ranah dakwah yang terusung. Tapi, ada juga cita dan harapan yang melebihi masa-masa sulit itu.

Kami yakin, karenanya kami berusaha. Memulai dari awal. Kembali membentuk ’tubuh’ kami. Berkontribusi, meski tak banyak asal ada kontinuitas itu. Cukup 2 tahun gamang nya sepak terjang ROHIS di SMA kami. Yang dampaknya ternyata sangat kontras dan amat membuat kami miris.

Tak banyak memang, kontribusi yang kami lakukan.

Hanya bermula dengan kembali meramaikan agenda keputrian yang sudah lama kering akan materi dikarenakan ketiadaan penyaji. Dengan kembali menghidupkan mentoring-mentoring. Dengan sedikit mentransfer ilmu yang kami punya setiap minggunya. Mungkin baru itu,

Tapi ketahuilah, keinginan kami kuat. Akan adanya banyak agenda kebaikan yang bisa diproduksi oleh keluarga ROHIS yang lama mempersatukan kami.

Semoga cita itu berproses menjadi kenyataan. Sehingga kami tak perlu iri melihat progres dakwah tetangga SMA sebelah. insyaAllah, dengan janji dan kemurahan-Nya.

Semangat!

Advertisements

One thought on “Semangat Aktivis Dakwah Sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s