Tersandung duka, Bunda..

Bunda Khadijah, bolehkah ku curahkan perih hati?

Bunda, ajari aku cara menjadi sepertimu.

Dirimu yang memiliki ‘iffah terbaik yang pernah ku tahu..

Dirimu dengan segala kekayaan yang menghiasi kehidupan lahir dan juga batinmu..

Bund, saat ini aku bingung..

Mengapa menjadi sumbu api pertama sedemikian sulit rasanya?

Aku tersandung statusku sebagai perempuan, Bund!

Banyak yang mesti ku pertimbangkan..

Nilai-nilai, tentang adab seorang ‘aku’ perempuan..

Tentang wujud kebaikan dan tidak baiknya sesuatu untuk perempuan.

Kadang aku bosan, menjadi penyulut.

Tapi aku bisa apa? Sementara aku harus melanjutkan cita itu, Bund!

Tawazun..aku sering gelisah menghadapi kata itu..

Enam huruf yang terangkai dalam satu kata. Meretakkan kepercayaan diriku!

Tawazun, sering sekali ku langgar nilai ketawazunan itu, Bund!

Dan banyaknya, aku tak sadar. Aku bahkan tidak tawazun dalam mengurusi diriku.

Bund, apa yang harus ku lakukan?

Andai kau disini, dan mampu memelukku dengan hangatnya kasih terbaikmu…

Andai aku bisa bersandar di pundak yang dulu tak pernah letih memikul kewajiban indah dakwah,

Andai aku bisa menggenggam tanganmu, aku ingin mengeratkannya lama…seolah aku bisa kuat karenanya…

Bunda, moga aku kuat dan semakin dekat mewarisi keanggunanmu!

Advertisements

One thought on “Tersandung duka, Bunda..

  1. Subhanallaah ….

    Bergetar dan haru membaca postingan ini ….

    Semangat wahai saudari qu fillah ….

    Senyum & Salam hangat ukhuwah fillah .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s