Sabtu yang penuh warna perasaan…(chapter 1)

Jum’at malam akhirnya kuhabiskan untuk membaca komik fisik sebagai pelampiasan kerinduanku untuk membaca komik fisik. Di tengah komik-komik yg agak berserakan, aku terbangun di Sabtu subuh. Well, hari yang baru…kegiatan yang berbeda telah menunggu di hari ini. As usually, mesti ke Rohisixty tercinta. Mm…tapi ada yang berbeda kali ini… Setelah usai kegiatan mingguan Rohis, Aku dan teman2 perjuanganku d Rohis, janjian untuk ke bookfair bareng. Hwaa…it sounds great. Cz, aku sengaja milih hari ini karena tau bakalan ada Ust. Salim A Fillah. Nah lho?! Hehe^^

ngeFans nih ma gaya tulisan Ust. Salim…jd niatannya kayak gitu deh..

mm..tapi ternyata, Cuma aku n icha yg bisa bareng kesana. Yang laen lagi banyak kesibukan. HIks T.T

tapi itu gg menyurutkan semangat juangku u/ kesana (Lebay mode: ON).

Aku n icha, decided u/ kesana dengan mengendarai motor. Wuih, padahal aku nekat aja tuh..gg tau jalan. Xixi..

Dan hal ini yang menjerumuskanku di episode kemudian..

Hpfh..alhamdulillah…nyampe di senayan dengan selamat. Akhirnya motor nyempil juga di parkiran..

Saatnya bertualang..memanjakan mata dengan melihat ragam-ragam buku. Jalan kesana kemari. Ke dalam ke luar. Mulai duduk trus berdiri lagi. Sampe akhirnya mendekati ashar, niatan mw ikutan nonton Temu bintang KCB. Tapi, bergegas menunaikan shalat ashar dulu.

Alhasil, dari tempat sentra acara, aku n icha keluar. Menyusuri koridor-koridor yang sesak oleh manusia, menuju tempa sholat.

Tahukah kalian apa yang kutemukan di sepanjang jalan koridor??

Awalnya aku gg yakin. Aku mendekati pintu luar, dari dari arah yg berlawanan..aku melihat sosok itu gagah berjalan. Sosok yang jadi tujuanku kesini. Sosok yang tulisannya ku kagumi. Ya, aku bertemu muka dengan Ust. Salim A Fillah di jalan. Dan aku menyadari bahwa tidak banyak yang mengenali dia. Dan apa yang ku lakukan selanjutnya??? Aku refleks berbalik. Mengikuti langkahnya, dimana aku sempat tertinggal. Mengikutinya, berjalan sambil juga ku keluarkan buku JCPP dan spidol hitam di tangan. Bergegas mengejarnya, ingin minta tanda tangan. Aku terhenti, Ust. Salim dan rombongannya berbelok ke Cafetaria. Saat itu hatiku bener-bener deg-degan gg karuan. Harap-harap cemas, takut dan malu untuk menyapanya. Menunggu dengan tingkah bodoh, berjalan kesana kemari di depan cafeteria. Sampai2 icha bilang, “Ya ampun, cha baru tau..Uchi (nickname dr org2 terdekat) ampe segininya.” Sambil tersenyum menenangkan aku yang menunggu kebingungan. Di sela makan dan perbincangannya, ust. Salim sepertinya ngeh kalo ada yang lagi CCP alas curi-curi pandang ke dia. Sempet ke-gep beberapa kali. Haduh, Ziy kenapa jadi begini!

Jujur deh, aku bener-bener excited akhirnya bisa ngeliat ust. Salim. Sosok yang mungkin bagi salah seorang kawanku, mudah saja u/ ditemui karena dia anak jogja yang sering mengisi di kampus2 n di tempat2 tertentu di jogja. Tapi tidak bagiku yang di Jakarta dan baru kali ini berkesempatan melihatnya disini, di Senayan, Di sesaknya koridor yang dijejali stand-stand buku dan manusia yang ramai membawa mimic dan suara.

Seperti orang aneh, aku menunggunya di depan pintu kafetaria. Sambil sesekali mengambil pandang ke dalam, melihat apa yang sedang ust.Salim lakukan. Dan akhirnya, saat itu tiba, beliau selesai menghabiskan makanannya dan menuju keluar cafeteria.

Ya Allah, degup kencang jantungku semakin menjadi-jadi. Duh Gusti, terima kasih!

Dengan menyodorkan JCPP dan spidol, aku menghentikan langkahnya ,

” Ustadz! Afwan, minta tanda tangannya.” Aku tahu saat itu juga tanganku gemetar, bener2 gg karuan rasanya

“ Oh iya. Dari tadi nunggu di luar?” balasnya sambil tersenyum.

Duh..makin meleleh nih.

Dia mengambil JCPP dan spidol yang ku sodorkan.

“Siapa namanya?” tanyanya

“Fauziyyah. Ziyyah!” jawabku mantap

Diam sesaat. Beliau lancar mengukir tandatangan di halaman depan JCPP milikku.

“Ziyyah…yang punya blog..”potongnya sambil sedikit mengingat.

“Faraziyya, Ustadz!”

“Oo…iya. Faraziyya. Suka blog walking kan ya?!”

Duh Gusti, dia ingat padaku. Ingat blog-ku yang sempat ku promosikan padanya lewat FS. Memang sih, aku dan Ust. Salim sempat beberapa kali berinteraksi, bertukar comment via FS, bertukar tanggapan lewat blognya. Dan dia ingat! Padahal aku yakin, gg Cuma aku yg berinteraksi dengannya lewat dunia maya. Hadoohh..aku semakin……kagum.

“Boleh sekalian minta foto bareng Ustadz?”

“oh. Boleh.”

Jepret. Berhasil! Dua foto di camdigku memunculkan Icha, aku, dan Ust. Salim. Hihi^^..menyenangkan sekali.

copy-of-img_0160

“Jazakallah ya Ustadz. Assalamu’alaykum!”

“Waiyyakum. Barakallah ya Ukht, Wa’alaykumussalam.”

Aku bergegas menjauh. Menyembunyikan wajah dan perasaanku yang amat senang. Ceria dalam duniaku. Wajahku tak henti-hentinya menyembulkan senyum.

“Udah Ukh, sekarang banyak-banyak istighfar!” singgungnya menenangkan aku.

“Hehe..iya!” jawabku sambil meringis.

Hpfhh…sampai menunggu giliran sholat, aku masih saja preview foto itu berulang-ulang. Melihat lagi tandatangan yang membubuhi JCPP milikku. I feel so glad till now!.

copy-of-img_0162

Sampai saatnya makan, aku masih merecoki icha dengan ungkapan hati yang menggambarkan perasaanku saat itu.

Padahal…dua jam kemudian, aku ada dalam kondisi hati yang berbeda 180 derajat..

Well, we’ll see in next chapter. Bersambung….^,^

Advertisements

11 thoughts on “Sabtu yang penuh warna perasaan…(chapter 1)

  1. Salim A fillah ya…
    Hm…,aku belum baca satupun buku beliau.
    Jadi tertarik pengen baca nih…

    Seberapa dahsyatkah kata-kata beliau!

    Untuk kesekian kalinya aku cemburu lagi.
    Dengan jogja…
    Andai ant tahu,bagaimana rindu-nya aku dengan kota itu…

  2. Assalamu’alaikum..
    Salim A Fillah, memang sosok yg penuh dgn inspirasi, motivasi dan semangat..
    semoga Alloh selalu merahmatinya.. Aamiin..

  3. Assalamu’alaikum..
    Salim A Fillah, sosok yg penuh dgn inspirasi, motivasi dan semangat..
    Semoga Alloh selalu merahmatinya.. Aamiin..

  4. Assalamu’alaikum, ukhti..
    wah..senengnya bisa foto bareng ust.salim fillah.
    semoga Allah berkenan mempertemukan ana dgn beliau jg.Amin
    afwan ukh..ada email?
    jazakillah

  5. Assalamu’alaikum, ukhti..
    wah..senengnya bisa foto bareng ust.salim fillah.
    semoga Allah berkenan mempertemukan ana dgn beliau jg.Amin
    afwan ukh..ada email?
    jazakillah

  6. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Wah.. ternyata ukhti ngefans banget ya sama ust. Salim A. Fillah.. tapi akhirnya dapet juga ya tanda tangannya satu paket sama foto barengnya ya….Buat ukhti saya mau cerita dikit ni ya…
    Dulu waktu saya masih kelas 3 SMA, sebuah organisasi Islam yang namanya GRI (Gerakan Remaja Islam) Marabahan kebetulan mendatangkan Ust. Salim A.Fillah lo… Tapi saya ga meragukan kok kalo ternyata banyak akhwat yang cukup terpesona karena keshalihan & ketampanan Ustadz yang satu ini. Tapi kebetulan saya ga ngefans – ngefans amat sama beliau, tapi waktu datang ke Marabahan emang sih dalam hati saya hanya bisa berucap “Subhanallah…”. Oh iya, ada ni kalimat beliau yang saya ingat betul ; “Cinta itu kata kerja bukan kata benda”…
    Salam ukhuwah Islamiyah dari saya di Marabahan, Kalsel.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  7. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Btw ni, di foto yang bareng sama Ustadz tadi foto ukhti yang pake jilbab hijau apa yang putih. Afwan ni ya… ana cuma nanya doang. (^_^)
    Wassalamu’aliakum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s