Tak ada lagi bahu itu…

Kemarin lusa bisa jadi hari yang ku definisikan sebagai hari yang tergolong ‘kelabu’ buatku. Pagi itu ku awali dengan sedikit berdebat dengan orang tua. Lagi-lagi karena kemanjaan. Lantas, aku berangkat ke kampus dengan perasaan tak karuan. Sungguh, kenyataannya adalah aku mengendarai motor sambil menitikkan airmata. Malu? Sangat..tapi airmata itu jatuh tanpa bisa ku cegah, dan aku terus melaju walau dalam hati aku remuk dan rasanya ingin menabrakkan diri saja.

Sebenarnya, aku menyimpan luka. Luka yang selalu aku diamkan. Karena ku pikir tak ada gunanya membuat ia-nya tampak. Tapi ternyata aku salah. Aku seperti menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu teramat mungkin untuk meledak dan menghancurkan segenap sisa diriku.

Aku terhuyung (dalam bayanganku). Ingin rasanya aku benar-benar menjatuhkan diri. Menjatuhkan diri sebenar-benarnya. Ya, mungkin karena aku sudah kepayahan menanggung tekanan batin ini.

Tapi, aku sendiri. Dan kini orang-orang di sekitarku bukanlah orang yang sudah bertahun-tahun lama bersamaku. Orang-orang di sekitarku adalah orang-orang baru. Yang memang sudah Allah tentukan mengisi hariku di lingkungan baruku.

Dan aku rindu. Agar ada yang mengerti diriku. Agar ada bahu yang dulu pernah kujadikan sandaran saat ku menangis. Saat wajahku memerah terisak sedu sembilu. Bahu miik kekasihku, sahabatku, Bulun.

Aku teramat merindukan kata-katanya dulu. Saat itu juga aku sedang dirundung duka. tapi airmata itu masih tertahan. lantas dia berkata,” udah kalau mau nangis. nangis aja. disini.”

Kata-kata yang ajaib. Yang meluruhkan tangisku seketika. Dan sekejap airmata itu turun tanpa keraguan. Dibahunya. Bahu milik sahabAtku tercinta.

Dan kemarin lusa. Aku benar tak kuasa. Berlaga tak ada apa.Namun hati sesak penuh jera.

Ingin sekali berteriak. Bahwasanya aku lama terdiam. Aku lama tak menggugat. Tapi apa daya, walau ingin ku teriak. Suara itu tak kan mungkin terdengar. Karena aku tidak akan pernah menyuarakannya.Terlebih menyuarakannya yaitu menggugat orang yang ku kasihi. Walau tanpa mereka sadari, mereka telah banyak mendidikku dengan serta menimbulkan luka di jiwaku. Ampuni mereka. Karena mereka lah yang menjaga agar nafasku tetap ada.

Ampuni mereka. walau hatiku seringkali menjerit. Ampuni mereka, karena ternyata kecintaanku melebihi perih yang ku pendam.

Kemarin lusa. Aku mengirim pesan sms kepada kekasihku,”hon, aku kangen dengan bahumu. disini aku belum bisa menemukan bahu itu. untuk kusandari tangisku..”

Dan lagi…berurai airmata.

Allah, aku tahu bahwa aku membutuhkan orang lain setelah aku mengadukannya denganMu. Tapi di tempat baru ini, belum dapat kutemui orang yang akan mengerti. Mereka senantiasa menganggap tidak ada kecanggungan apa-apa dalam sikapku. Ya Allah, demi mengurangi perih ini, haruskah aku patahkan husnuzhan mereka, dan menunjukkan lemahnya aku saat ini?

Aku tidak sanggup. Tidak sanggup untuk bercerita sekaligus tidak sanggup untuk tidak menceritakannya..

Aku membutuhkan kekasihku, sahabatku..

Terlebih aku amat membutuhkanMu. Karena kesendirian di tempat ini hanya bisa terobati kala ku tahu Kau selalu ada untukku.

Ya Allah…jadikan aku kuat, karena Kau pastinya lebih menyukai hambaMu yang kuat

Ya Allah jadikan aku pemberani…..saat ku harus sendiri teguh dalam memerangi kelemahan diriku..

Ya Allah…teruslah ada untukku…juga untuknya yang senantiasa menyayangiku..

Advertisements

2 thoughts on “Tak ada lagi bahu itu…

  1. Ziy…
    azzamkan kata2 ini dalam hatimu yang paling dalam:

    Aku adalah pohon yang tegar ketika badai menerpa

    Aku adalah batu karang yang tetap bertahan diterjang gelombang

    Aku akan bertahan walau ‘sendiri’… Karena masih ada Allah bersamaku…

    dan aku dididik bukan untuk menjadi manusia BIASA….

    Insya Allah…!! =)

    Ana uhibbuki fillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s