Hijabku..

Hijabku,

Semasa SMP dan SMA, aku banyak membaca novel-novel islami, cerpen, bahkan kumpulan trus story. Semua itu aku lahap karena minat bacaku sedang berkembang. Banyak kisah tentang muslimah dan hijabnya. Proses mereka dalam mengenal Islam, lantas kemudian mereka bersegera menggenapkan kewajiban mereka yang disinggung dalam QS Al-Ahzab:59, yaitu berhijab. Ada yang mudah untuk berhijab. Ada yang sepenuhnya keinginannya didukung oleh saudara-saudara dan sanak keluarga. Ada juga berhijab seiring status kemusliman yang baru dipegangnya. Dan perjuangan yang tiada henti untuk mempertahankan hijab mereka. Yang ditentang habis-habisan oleh keluarganya yang masih nonmuslim. Yang dikejar-kejar untuk kemudian dipermalukan di depan umum karena hijabnya dilepas secara paksa. Yang mesti mengenakan taplak meja karena ia jilbab-jilbabnya habis diberangus oleh orang tuanya. Yang disakiti. Yang mesti terputus hubungan kekeluargaannya, dengan orang yang sedarah dengannya.

Semua kisah itu bermula dengan pencarian hidayah. Ya, hidayah. Milik mukmin yang mencari. Akan terasa lebih indah kiranya karena kau turut mencari kesejatiannya. Karena kau berproses dalam mencapai kemuliaan itu. Karena kau merasakan sendiri kesempitan yang mendatangkan kemuliaan dari Allah itu. Rasanya pasti indah. Dan kisahku? Tak ada yang benar-benar spesial. Karena aku lahir dalam keluarga muslim yang memang keadaan keluargaku saat itu, ibuku dan kakakku semuanya berhijab. Walau tak pasti benar hijabnya. Karena hanya Dia yang tahu. Ya, layaknya kebanyakan muslim dengan fenomena muslim sedari lahir. Aku berhijab karena turut terhadap perintah ayahku. Dan turut menyamakan diri seperti kakak-kakakku. Jujur, aku bahkan tak terlalu menghirau motifku berjilbab. Yang ku tahu ku mesti berhijab. Ya. Aku mulai berhijab di akhir masa SD.

Dan bersyukur aku menghabiskan jenjang SMP ku di Al-hikmah. Tempat yang kondusif pergaulan islamnya. Sehingga semakin aku bisa memaknai hijabku. Tapi tetap saja ini berbeda. Karena aku tak mendapatkan ini dengan sesuatu yang berat yang bisa menjadikanku kuat. Tapi aku mendapatkannya turunan. Meski terlihat berat, tapi aku ingin ikut merasai perjuangan itu. Dan mencari hidayah sendiri. Sehingga ku dapat sedikit lebih dewasa dan bertumbuh serta semakin tangguh. Aku iri dengan proses itu. Karena itu kelebihan rahmat dariNya. Yang tak sembarang orang mendapatkannya.

Namun, meski aku sering iri, aku tahu bahwa ini jalanku yang tetap harus ku syukuri. Dan harus ku jadikan alasan untukku lebih baik dari yang lain. Karena aku tahu, aku punya keistimewaan sendiri. Ya, dan Dia jelas lebih mengetahui hal itu.

Advertisements

6 thoughts on “Hijabku..

  1. faraziyya

    wait,,
    i_4wl ud sesuai ma al-ahzab:59 sjk MTs, (gg jilbabn yg apa tu, yg ikut”n mode luar), kebtulan dapet MTs yg kondusif…
    mxd ana ya, berjilbab lebar itu lho kyk jilbaber lain…
    bru selepas SMA..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s