Qunut Nazilah

QUNUT NAZILAH

TRAGEDI kemanusiaan yang sedang terjadi di belahan bumi Palestina merupakan cambuk bagi ummat Islam di seluruh dunia. Sungguh memilukan. Sudah terhitung 20 hari lebih, pembantaian keji pasukan Israel meluluhlatakkan Gaza. Darah ratusan syuhada telah membasahi tanah Gaza, ribuan warga mengalami luka-luka, dan entah berapa banyak jiwa yang merasakan trauma mendalam atas peristiwa ini.

Sebagai manusia, apalagi muslim, sudah seharusnya kita turut berempati terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Kita patut mendukung perjuangan mereka dalam mempertahankan haknya yang ingin dirampas Yahudi laknatullah. Dan salah satu bentuk bantuan yang dapat kita berikan yang bisa menjadi kekuatan luar biasa bagi pejuang-pejuang Palestina, adalah doa, karena doa merupakan senjata bagi orang yang beriman.

Salah satu doa yang dicontohkan Rasulullah saw ketika terjadi malapetaka yang menimpa kaum muslimin yaitu doa qunut nazilah. Membaca qunut nazilah dalam shalat lima waktu memang disyariatkan di dalam Islam, yakni ketika terjadi suatu bencana. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas ra. : “Rasulullah saw melaksanakan qunut selama sebulan penuh pada shalat Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh, yaitu pada rakaat terakhir I’tidal setelah mengucapkan “sami’allahu liman hamidah”. Bencana yang menyebabkan dilaksanakannyaqunut saat itu, ialah ketika para da’I yang diutus oleh Rasulullah dibunuh secara biadab.

Doa qunut nazilah dibaca ketika kaum muslimin terkena bencana, ancaman, penganiayaan, penindasan musuh-musuh Allah dan musuh kaum muslimin. Seperti sulu ketika Rasulullah saw, atas permintaan Ri’l Dzukwan dan ‘Ushiyyah dari kabilah Sulaim, mengirim 70 orang Quraa (semacam guru ngaji) untuk mengajarkan soal agama kepada kaum mereka. Ternyata setelah sampat di suatu tempat yang bernama Bi’r Al Ma’uunah, orang-orang berkhianat dan membunuh ketujuh puluh orang Quraa tersebut Rasulullah lalu berdoa dalam shalat untuk kaum mustadh’afiin (orang-orang yang tertindas) di Mekkah.

Menurut Imam Syafi’I, qunut nazilah disunnahkan pada setiap shalat lima waktu, setelah rukuk yang terakhir, baik oleh imam atau yang shalat sendirian (munfarid): bagi orang yang makmum tinggal mengamini doa imam.

Inilah Doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab):

Allohummaghfir lilmu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiiina wal muslimaat, wa allif baina quluubihim wa ashlih dzaata bainahum, wanshur ‘Alaa ‘Aduwwika wa’aduwwihim

Allohummal’in kafarota ahlil kitaabil ladziina, yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka, Allohumma khollif baina kalimaatihim, wazalzil Aqdaamahum, wa anzilbihim ba’sakalladzi layuroddu ‘anil qaumil mujrimiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allohumma innaanasta’iinuka

Artinya:

“Ya Allah ampunilah dosa kamu muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminin,

Ya Allah jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin.

Perbaikilah keadaan mereka.

Tolonglah kaum muslimin untuk melawan musuh-musuh-Mu, dan musuh-musuh mereka

Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para Rasul-Mu dan membunuh para kekasih-Mu,

Ya Allah cerai beraikan kesatuan mereka,

Hancur leburkan kekuatan mereka

Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi orang-orang yang penuh dengan dosa

Dengan menyebut nama-Muya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepada-Mu “

Sahabat, mari sejenak kita tundukkan hati-hati kita dalam setiap sholat kita, sujud kita, tahajud kita, untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang berjuang di bumi jihad Palestina…

* artikel ini terdapat dalam Selembar MADANI. edisi 15. thn 03. januari 2009. muharram 1430

Ziy juga masih dalam tahap mengamalkannya tiap habis ruku’ terakhir dalam sholat. Dan ziy ingin mengajak teman-teman muslim untuk mengamalkannya. Dengan iringan doa yang tulus ikhlas, semata untuk membayar kegigihan perjuangan rakyat Palestine, saudara sedarah Islam kita, yang hingga saat ini masih dihantui oleh Jewish terlaknat. Mari bersatu dalam paduan yang teratur, dan bersama mengusung kemenangan sebagaimana Allah janjikan. Allahuakbar!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s