Since it back

Since it back

Perlahan…mengalir riak air tenang

Lambat laun rasa kagum itu terpatri di kalbu yang tak lagi suci

Desir itu……timbul dan tenggelam

Timbul bersamaan dengan munculnya sosok itu,

Dan tenggelam setelah jangka waktu yang tak sebentar

Rabbi, rasa kagum itu mencuat

Tapi, belum mengungguli akal sehatku. Aku berharap sangat itu takkan terjadi

Aneh……harusnya aku tahu, aku tidak boleh membuka gerbang itu. Karena bermula dengan tindakan itu, selanjutnya akan berdatangan banyak tamu-tamu yang tak diundang

Andai aku seorang malaikat, pasti gerbang itu akan ku tutup rapat untuk selain diri-Mu

Namun sayang, aku tidak sesuci itu

Aku mendamba hal ini

Dan ketika aku akhirnya mendapatkannya lagi

Ku mohon perlindungan-Mu akan rasa ini

Inginku……menyimpan rahasia ini rapat

Biar dapat ku simpan degup jantung tak tentu itu sendiri

Biar dapat, pipiku merona sendiri, hanya sepengetahuanku

Biar dapat, ku maknai arti senyuman itu sendiri

Kau-lah yang berkuasa

Ku pinta pada-Mu

Biarkan aku mengaguminya tanpa mengungguli kewajiban cintaku untuk-Mu

Advertisements

5 thoughts on “Since it back

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s