Hingga suatu waktu…

Tahukah kau,

Dulu sering ku cemburu padamu.

Cemburu pada cantiknya paras wajahmu

Tutur katamu, cemburu pada sifat pendiammu,

Cemburu karena banyak orang yang menyukaimu dan cemburu karena kau memiliki keluarga dan lingkungan yang terjaga.

Di sampingmu, lambat aku tersadar.

Kau adalah sahabatku, sehingga haram bagiku untuk mencemburui sahabat yang ku sayangi.

Kau bersinar, sedangkan aku?

Kau gemintang, namun aku?

Abu bahkan tak purnama.

Tapi saat bersamamu, cemburu itu mampu ku redam.

Ahh, indahnya hubungan kita itu,

Lalu, karena ketidakmampuan kita melawan perubahan, kau dan aku terpisah.

Ya. Seperti kau bilang, kita berpisah karena kita punya mimpi. Cita kita berbeda.

Dan, seminggu, sebulan, hingga beberapa triwulan, kita berhasil berjalan sendiri-sendiri.

Tak kunyana, aku mulai kehilangan dirimu yang dulu.

Kau mulai larut bersama mereka…

Dan ku bertanya mengapa?

Waktu menjawabku dengan bungkam.

Dan ku pilu, tersadar ke-alpa-an ku.

Hingga akhirnya aku dan kau bisa berbicara.

Tapi itu kita habiskan dengan sama-sama menangis.

Aku tak kuasa menggenggammu lagi,

Aku begitu kehilangan…

Waktu yang mendamparkan luka ke hatiku,

Waktu juga yang membuatnya tersaru untuk beberapa waktu…

Aku dan kau kembali jalani hidup.

Hingga suatu waktu……

Advertisements

2 thoughts on “Hingga suatu waktu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s