Fooled by my own mistake, twice??

Well. Headline-nya adalah : fauziyyah arimi kembali jatuh dari motor, hanya berselang seminggu dari accident yang pertama

Dan aku mau bercerita dari awal..

Hari ini:

Alhamdulillah, diizinkan ke kampus dengan berkendara sendiri. Yup, bawa motor sendiri! Kan lumayan tuh, dari kemang timur ke bintaro utama sector 5. Alhasil, berangkatlah aq dengan mengendarai motor supra, hanya berteman helm, tas dan jaket angkatan. There’s no big deal pada saat keberangkatan. Well, I passed perjalanan yang berdurasi kurang lebih satu jam itu. Lalu, sampailah di tempat tujuan. Dan aku menunaikan kewajibanku yaitu menghadiri halaqah. Alhamdulillah, 2 jam, pertemuan itu kemudian usai. I’m ready to go home. Ku pasang helm di kepala. Berbeka pamit, aku langsung melaju di rute balik ke arah rumahku. Well, lagi-lagi 30 menit pertama, there’s no big deal. Nah, di term ke-2, saat ku baru saja berbelok ke arah tanah kusir, kecelakaan itu terjadi. Saat itu macet, hanya ada sedikit jalan untuk pengguna motor. Entah, apa yang sedang aku pikirkan, sepertinya aku menge-rem mendadak. Dan motorku oleh ke kanan. Lengan kananku menyangga beban motor yang lumayan berat. Tapi alhamdulillah, kakiku yang masih luka akibat accident pertama, tidak lagi terjepit oleh motor yang ambruk itu. J

Innalillah, nyeri di lenganku terasa hebat. Dan rasa-rasanya, saat ku masih dalam kondisi tergeletak jatuh, aku merasa lenganku (sebagian kecil) dilindas oleh mobil yang sedang berjalan. Entah itu hanya imajiku atau benar kenyataan. Alhamdulillah, ada dua orang yang membantuku bangkit. Dan mobil di depanku ikut berhenti menanyakan keadaanku. Well, sekali lagi ini bukan kesalahan siapa-siapa melainkan kesalahanku. Dan akhirnya setelah melihat tidak ada hal berarti yang terjadi, aku kembali melaju.

Allah, ternyata stang motor ku rada miring. Dan ku dapati kaca spion retak. Hupfh..tapi aku mesti dan wajib melanjutkan perjalanan. Akhirnya, dengan menahan nyeri yang hebat di tangan, aku tetap melaju. Menderukan mesin motorku untu bersegera sampai di rumah.

Di rumah, aku cek keadaan lenganku. Dan ternyata di situ ku dapati lebam biru dan luka lecet yang memerah. (*warna-warni gitu jadinya!).

Well, itu sejenak kisahnya.

Kira-kira apa ya penyebab accident kedua ini?

Well, I start to look back again. Entah ini benar atau tidak, tapi sepertinya ini ganjaran yang aku dapat karena sebelum berangkat, aku sempat berdebat dengan mama & papa. Ya..ya..aku ngambek..aku merajuk. Dan memang aku berangkat dengan aura yang tidak bagus. Sepertinya ini ganjaran darinya. Karena aku merajuk tanpa alasan yang urgent kepada ortu-ku. Maaf, aku tidak bisa memberitahu kronologi atau asbabun nuzul perdebatan aku dan ortu. Agar tak jatuh lagi oleh ‘aib’ ku di hadapan semua.

Satu hal yang aku tangkap. Tak guna bagimu merajuk pada orang tua untuk hal yang sebenarnya hanya bentuk memanjakan diri. Karena bagaimanapun, orang tua memang lebih bijak dan ‘mengerti’ realita kehidupan. Terima saja apa yang orang tua beritahukan, jika itu jelas adalah kebenaran. Tak selamanya ‘marahnya orang tua’ adalah bentuk kemarahan. Terkadang ianya adalah kasih sayang.

Dan aku juga belajar. Ini adalah proses pendewasaan. Agar aku tidak terlalu manja, meminta yang tak seharusnya. Agar aku tak membantah. Agar aku lebih lapang menerima perkataan orang lain. Terlebih perkataan orang tuaku sendiri.

Ummi..abi..maafin aqu yah. Tersedarku kini bahwa yang kalian inginkan semata untuk kebaikanku.

Menulis sambil menahan nyeri atas lebam dan luka, malam 12 Muharram 1430 H.

Advertisements

2 thoughts on “Fooled by my own mistake, twice??

  1. 1. istighfar sama ALLAH, ukhti,,
    2. segera minta maaf lgsng sama ortu
    3. segera di obatin tu luka
    4. segera bikin SIM.

    semoga kita smw mndpt ibroh dari apa yg telah kita alami, baik penderitaan maupun kesenangan. Syafakillaj, ukh.. smoga sakitnya penebus dosa..

  2. 1. istighfar sama ALLAH, ukhti,,
    >> alhamdulillah, ni dah dilakuin akh!

    2. segera minta maaf lgsng sama ortu
    >> yg ini jg udah. well, mesti dapet hujanan nasihat lagi. ehe 🙂

    3. segera di obatin tu luka
    >> yap. ud diobatin kug. skrg gg tlalu menghiraukan.

    4. segera bikin SIM.
    >> yang ini blum. lum ada suggest sprti ini dari ortu. ah, mahal jg kan? nabung dulu yak!

    amin..Jazakallah akhi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s