Bulan tak purnama

bulan22

Reference: Bulan tak purnama

Cemas ini kan kujadikan saksi

Sewaktu tengadah resah pada ilahi

Meminta agar kau menyisi sini

Lama sudah hadirmu kuingini

Tangis ini kan kujadikan jalan

Meraihmu dari tangan Tuhan

Hingga segera lepas siksa ini

Yang mendera dan menerali

Di atas adalah sebuah puisi yang tedapat di dalam buku berjudul “Bulan Tak Purnama” karya Ahmad Basri Afandi. Sebenarnya buku ini telah terbit sejak maret 2006, namun aku baru membelinya di awal tahun 2009 ini. Secara garis besar, buku ini adalah novel fiksi yang mengisahkan kisah cinta dua manusia. Yang akhwat bernama Aisya Fatima, dan yang ikhwan bernama Ramdhani Habibi. Mereka terjebak dalam hubungan yang mirip dengan pacaran atau malah memang disebut pacaran. Padahal, awal bertemunya mereka merupakan niatan ta’aruf. Tapi, karena halangan dari kakak lelaki Aisya, yang tidak mengizinkannya berhubungan dengan ikhwan hingga nanti selesai kuliah. Aisya menjadi enggan untuk memberitahukan proses ta’arufnya dengan Dani kepada kakaknya. Dan tanpa mereka sadari, mereka semakin dekat dengan zina. Karena bukan hal yang asing lagi bagi mereka untuk berboncengan di motor, menghadiri kajian tiap akhir minggu, hanya berdua…..

Lumayan banyak konflik di dalam novel ini. Dan penulis menggunakan gaya bercerita seperti diari.

Secara general, novel ini termasuk roman. Dan i_4wl novel roman yang mendidik. Dibaluti oleh banyak puisi dari penulis yang lagi-lagi picisan. Buat mereka yang senang dengan sastra roman, maka puisi-puisi yang penulis tampilkan di novel ini tergolong menyentuh. Bait-baitnya pun segar dengan diksi. Dan bisa diperkirakan bahwa anda yang turut membaca akan larut dalam kisah cinta mereka.

Dan untuk bacaan ringan, pengisi kekosongan, buku ini termasuk baik dikonsumsi. Hanya saja bahasa yang digunakan penulis masih terkesan kaku (*menurut saya). Tapi salut atas puisi2 penulis…saya suka terhadap puisi-puisi di novel ini (*karena saya penikmat prosa dan puisi).

Yang saya tangkap dari judulnya yaitu Bulan tak purnama, mungkin adalah bahwa meski kesejatian kisah mereka tidaklah purnama..namun tetap, ia bersinar menerangi. Walau tak purnama di awalnya, namun hal itu bisa menjadikan kisah cinta mereka gemintang di akhir cerita dengan proses pernikahan yang akhirnya menyatukan kembali. Setelah sebelumnya sempat ‘vakum’ dalam mencintai..

Ketika jiwa rindu kasih-Nya

Rindu kasihnya

Kadang harus berseteru

Meraih-Nya

atau meraihnya

atau

Meraih keduanya

Aku akan memulai mencintaimu kembali,

dengan perasaan yang pernah terhenti jeda.

Aku akan mengawalinya lagi. Sungguh benar,

hanya dengan pernikahan kita dapat saling mencintai.

Dan akan mampu mengungkap cinta itu sepenuhnya.

Tidak ada yang bisa kita lihat lebih indah,

seperti halnya keindahan dalam pernikahan.

Di mana tiada lagi kepalsuan.

Tiada lagi tabir yang memisahkan kita.

Sedikit berkomentar, ada beberapa yang janggal dalam novel ini..

Yaitu, proses ta’aruf awal antara Aisya dan Dani..yang sedari awal memang Aisya tak di dampingi oleg kakak satu2nya yang menjaganya.

Lalu, masih rapuh ternyata walau kita telah berada benar-benar dalam ikhwah yang sejatinya terjaga. Buktinya di fiksi ini, Aisya adalah jundi LDK dengan latar UGM dan Dani adalah seorang aktivis masjid, dan mereka masih juga terjebak dalam kedangkalan hubungan pacaran? Naudzubillah.

Hm…mau juga ikutan membaca? Atau mungkin sudah membaca?

Advertisements

One thought on “Bulan tak purnama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s