Luv u cz Allah..[aku mencintaimu karena Allah]

pravs-j-hold-on-to-friendship1

suatu ketika, seorang ikhwan berkata,’Aku mencintaimu karena Allah..”

Ahh..bukannya bermaksud menyombong, tapi hati ini tidak berdesir tersipu mendengar kalimat itu meluncur darinya. Mungkin karena yang terlihat olehku adalah sebaliknya. Entah, yang ku rasa..ucapan itu terluncur sebagai penghalalan atas perasaannya yang dibaluti nafsu dengan mengatasnamakan cinta karean Allah..

Wallahu’alam…tidak ingin saya menghakimi lebih jauh tentang hal itu..

Ahh..tapi sebenarnya bukan ini yang hendak saya sampaikan,

Tapi cinta karena-Nya yang terasa lebih kuat. Ya..ia juga yang sering saya ucapkan kepada saudara-saudara saya yang selalu bersama dalam ketaatan kepadaNya. Yang memiliki kecintaan yang sama dan alasan yang sama yaitu karena Allah Swt.

Cinta yang lekat dengan semangat juang, yang tergambar adalah sebentuk cinta yang kokoh lagi mengokohkan. Ini bukan tentang cinta yang lemah, yang cengeng, yang bonsai. Ini adalah cinta yang hidup, yang bersahabat, yang bermanfaat, yang kuat. Ini adalah cinta yang gempita, yang menggema, yang membebaskan. Ini adalah cinta yang suci, yang segar, yang menggugah yang mengubah. [*mengutip tulisan Akh Salim A. Fillah dalam Jalan Cinta Para Pejuang]

Ya, cinta yang tumbuh dalam kebersamaan. Yang tumbuh dalam selaksa perjuangan. Yang berkembang justru setelah menghantam banyak perbedaan dan cobaan.

Cinta yang bisa membuatku, merasa beruntung dan tak pernah merugi. Cinta yang terus mendorongku untuk selalu tabah dan teguh, mengingatkanku untuk selalu bersabar dan bersyukur.

Ahh…mereka, sahabat-sahabat yang selalu kurindukan. Yang ketika melihat wajah mereka, akan selalu menambah keyakinan dan kecintaan. Yang kata-katanya selalu ku nanti, yang senyumnya selalu kudamba.

Kala hati ini sedang kesat, bersama mereka adalah satu cara untuk kembali melembutkan. Mereka pula yang bisa memberi kesejukan dalam diri. Merekalah orang-orang yang selama ini ada dan berjalan bersama-sama, berjalan di jalan menyebarkan dan mengajak kebaikan.

Inilah harta yang sangat mahal dan sangat istimewa. Pernah Umar ibn Khattab menyinggung, ”Tidak ada karunia Allah yang lebih baik bagi seseorang seelah ia masuk Islam, daripada karunia memiliki saudara yang shalih.”

Ya Allah..Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hait ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (da’wah) di jalanMu, dan berjanji setia untuk membela syariatMu,

Maka…Kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah,

Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, da penuhilah dengan cahayaMu yang tidak akan pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu. Hidupkanlah dengan ma’rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu.

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin ya Allah..

Rabhitah hati yang selalu terlantun dalam rangkaian permintaan kepadaNya.

Ahh, bermula dari pesan ini:

Karena ukhuwah ini akan selalu terpatri, terhujam dan berakar dalam qalbu. Karena persaudaraan ini terlalu hebat untuk digadaikan. Karena kedekatan via iman ini begitu bermakna bagi jiwa yang membara. Luv u cz Allah..

Jazakillah, ukhti. Atas sandaran kebersamaan selama ini. Atas segala yang pernah bersemai dalam hati..

Luv u cz Allah too…

*balasan untuk orang-orang mulia yang selama ini berada di sekelilingku

Ba’da maghrib, di malam k-14 Syawal 1429H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s