Kematian..lagi2 menyapa

Sore yang dibalut awan gelap..

Ya..kami sedang berkumpul. Aku, adikku dan keponakanku yang baru genap berusia 3 tahun. Kami baru saja pulang dari pengajian keponakanku.

Telepon itu..berdering.

Tiba-tiba, air mata menderas turun dari kakak-besan-ku. Berita tentang berakhirnya kehidupan di dunia bagi Kakek dari keponakanku, yang selama ini memang sedang berjuang melawan penyakitnya.

Ya..tentu saja kami kaget dan bersedih. Tapi, dalam kondisi ini, aku tidak mengeluarkan airmata sedikitpun. Ahh, mungkin karena aku tidak begitu mengenal sang Kakek. Sehingga, aku tidak terlalu merasa kehilangan.

Tapi yang lebih membuatku tercengang adalah keadaan keponakanku itu.

Khairun nisa, namanya. Moga ia menjadi sebaik-baik wanita sesuai panggilannya.

Ya..keponakanku itu terdiam. Dia bersedih. Terdiam dengan muka suram..

Aku mendekatinya, ”Kenapa cantik ?” aku berusaha bertanya sewajar mungkin.

Dia menjawab,” Icha takut mama nangis kayak mama Ida (kakak-besan- yg td aku sebutkan),”

Ahh..aku tersadar. Dia memahami situasi ini.

Memang, ummi dari keponakanku ini (kakak perempuanku) adalah menantu kesayangan yang senantiasa merawat kakek-icha- selama ia sakit. Umminya yg juga lembut dan memang belakangan ini sering menangis melihat kondisi kesehatan mertuanya. Dan Icha melihat..umminya sering menangis. Dia bersedih karenanya.

Ahh..padahal ia baru berumur 3 tahun. Tapi kepekaannya melebihi kepakaan yang aku miliki. Mungkin ia tak mengerti, tapi ia memiliki hati yang tajam, perasaan yang juga amat halus.. Beruntunglah aku yang memiliki keponakan seperti Icha.

Kematian…

Hal yang paling dekat dengan manusia, mengutip perkataan Imam Ghazali. Ia sering menyapa dalam keseharian kita. Dan kini, ia memanggil satu di antaranya sanak familiku. Hingga kedatangannya, kali ini menyentak keluarga besarku.

Kematian..

Sebuah jalan yang menjembatani dua kehidupan. Yang mengantarkan kita ke sisi-Nya. Yang mengembalikan kita dan menjauhkan kita dari kefanaan dunia.

Kematian…

Hal yang tabu untuk diungkap. Selalu menjadi misteri.

Namun, sering sekali kita menganggap mudah dan menyepelekannya. Kesadaran kita semakin menurun. Mungkin karena kematian terlalu sering menyapa. Hingga ketika ia datang…bagi kita hanya hal yang lalu.

Kematian…

Seharusnya menjadi yang selalu dirindukan. Karena dengan begitu, kita bisa kembali bersamaNya. Di sisiNya.

Kematian..

Sebuah destini, ketetapan yang amat nyata yang schedulenya tak dapat kita terka.

Ya Allah, moga hati ini terlatih. Demi menghadapi pertemuan denganMu. Moga jiwa ini lebih peka, membaca semua isyarat dariMu. Moga nanti tiba saatnya, ku bertemu dengan Mu dan mengakhiri kehidupan dunia ini dengan akhir yang baik.

Dan ku merindu untuk syahid di jalanMu..

Ku mohon dengan sangat, Wahai Dzat yang Selalu Mendengar dan Tak Pernah Ingkar.

Ba’da Isya’, malam ke-14 Syawal 1429H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s