Aku=bunda

kasih-sayang-ibu2

22 Desember 2008

Annualy, this is mother’s day. Means thankful right here for our mother as right as her love 4 us.
Sudah sepatutnya, hari ini adalah hari yang seharusnya spesial untuk seluruh bunda di dunia. Sudah sepantasnya bagiku untuk menunjukkan cintaku dan rasa thankful-ku kepada Mama. But, its hard. Aku bukanlah orang yang mudah menjalin komunikasi hati dengan Mama. Dengannya, aku jarang merasa dekat secara hati. Entahlah..rasanya sulit bagiku untuk mengatakan ”I Love u. Mom!”atau bahkan sekedar berkata..”Terima kasih, Mama!”. ya..silakan kau salahkan aku yang terlihat ’durhaka’ ini. Tapi mengertilah juga bahwa aku pun tidak ingin memiliki sisi buruk ini. Dulu pernah, saat Mama sakit. Sudah sepantasnya kan jika kita merawatnya dan menghiburnya dengan kata-kata manis. Ya, aku memang turut menjaga Mama saat beliau sakit, tapi semua itu kulakukan dalam diam. Aku prihatin dan menangis pun dalam diam. Aku merasa sakit melihatnya sakitpun dalam diam. Dan aku berkata ,”YA Allah, sembuhkan penyakit Mama sesegara mungkin! Jika mungkin, pindahkan rasa sakit itu padaku. Hingga setidaknya aku tidak melihat raut sakit di wajahnya yang bercahaya itu” itupun ku lafadzkan dari kejauhan setelah ku melihatnya terlelap. Ya Allah, mengapa ini begitu sulit. Jika ku menoleh kembali pada keseharianku, memang Mama tidak pernah berusaha dekat denganku. Memang Ia tidak pernah menunjukkan cintanya lewat hal-hal yang manis, sebaliknya ia menunjukkan rasa sayangnya dengan ’marah’. Ku pahami itu, karena memang beliau bukanlah pula orang yang mudah menunjukkan cinta. Dan ku sadar, inilah kemiripanku dengan Mama. Ya. Kami berdua sama-sama tidak biasa menunjukkan cinta lewat hal-hal yang manis. Tak apa Ya Rabb. Sudah cukup ku maki kelemahan ini. Asal cinta ini tetap dia mengerti. Asal kasih yang ku punya untuknya tetap bisa dia rasakan. Walau ku bahasakan dalam diam. Walau tak pernah terwujud seperti hubugan ibu-anak yang lain. Tapi ku bersyukur. Karena dalam kelemahan ini, kami masih bisa saling mencintai.
Ya..aku sungguh menyayangimu, Mama!
Hingga akhirnya ku tuliskan ini, mata dan hatiku gerimis airmata. Sambil ku selipkan mengamatinya yang sekarang telah tertidur lelap, memulihkan penat setelah seharian ini menjalani tugasnya sebagai Ibu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s